Penyusunan DED Kalurahan Jagalan

Administrator 15 Oktober 2026 14:38:15 WIB

PAPARAN AWAL DED BELIK CITRAN

? Hari/Tanggal: Kamis, 8 Oktober 2026
? Waktu: 09.00 WIB - Selesai
? Tempat: Aula Lantai 2 Kalurahan Jagalan

━━━━━━━━━━━━━━━━━━
I. SUSUNAN ACARA
━━━━━━━━━━━━━━━━━━

1. MC oleh Ulu-Ulu Kalurahan Jagalan, Bapak Basuki Kurni Kadi.
2. Pembukaan.
3. Paparan Awal DED Belik Citran.
4. Diskusi dan penyampaian masukan.
5. Penutup.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━
II. HASIL PAPARAN DAN PEMBAHASAN
━━━━━━━━━━━━━━━━━━

1. Latar Belakang

* Kawasan Belik Citran menjadi salah satu kawasan yang masuk dalam titik kawasan kumuh sehingga diperlukan penataan agar menjadi lebih tertata, rapi, nyaman, dan memiliki nilai wisata.

* Penyusunan Detail Engineering Design (DED) Tahun 2026 bersumber dari Dana Keistimewaan (Danais).

* Master Plan dan DED diharapkan menjadi dasar sekaligus instrumen untuk mencari sumber pendanaan, baik dari Kabupaten Bantul maupun Pemerintah Daerah DIY, sehingga kawasan Belik Citran dapat tertangani dengan baik dan tidak lagi menjadi kawasan kumuh.

* Kawasan Belik Citran diharapkan dapat dikembangkan menjadi kawasan yang menarik serta mampu menjadi salah satu daya tarik wisata.

2. Paparan CV. Adhi Mandiri Konsultan (AMK)

* Paparan disampaikan oleh Mas Adi dari CV. Adhi Mandiri Konsultan (AMK), yang berkantor di Pandes 1, Wonokromo, Pleret, Bantul.

* CV. Adhi Mandiri Konsultan memiliki aktivitas dan pengalaman dalam penanganan kawasan kumuh, khususnya di wilayah Sleman.

* CV. Adhi Mandiri Konsultan dipercaya oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul untuk menangani perencanaan kawasan kumuh di Kabupaten Bantul, khususnya di Kalurahan Jagalan.

* Untuk mempercepat proses penganggaran, diperlukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak legislatif/dewan.

* Dengan adanya DED, diharapkan dapat menjadi dasar pengajuan pendanaan ke Pemerintah Kabupaten Bantul maupun Pemerintah Daerah DIY sehingga penanganan kawasan kumuh dapat segera direalisasikan.

3. Paparan Tenaga Ahli

* Tenaga Ahli CV. Adhi Mandiri Konsultan, Bapak Handoko, menyampaikan bahwa area di sekitar bantaran sungai, termasuk kawasan Belik Citran, masuk dalam kawasan pengembangan.

* Kalurahan Jagalan dapat melakukan terobosan dan berkoordinasi dengan Bappeda Kabupaten Bantul karena Jagalan termasuk kawasan yang strategis dalam program pembangunan kabupaten.

* Dari sisi sejarah maupun potensi wisata, Kalurahan Jagalan memiliki nilai penting dan dapat dikembangkan sebagai kawasan yang memiliki daya tarik.

* Kondisi saat ini masih memprihatinkan, terutama karena adanya permasalahan sampah, sehingga diperlukan penataan secara menyeluruh.

* Dalam kegiatan tersebut juga dipaparkan gambar/desain 3 dimensi kawasan sebagai gambaran rencana penataan.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━
III. RENCANA PENATAAN KAWASAN
━━━━━━━━━━━━━━━━━━

* Area perencanaan dalam Master Plan difokuskan pada sisi selatan.

* Untuk pekerjaan yang berada di bantaran sungai diperlukan koordinasi/perizinan dengan BBWS.

* Terdapat kurang lebih 78 meter dengan ketinggian sekitar 3–4 meter yang belum tertalud dan menjadi bagian dari perhitungan dalam penyusunan DED.

* Terdapat sekitar 10 kegiatan utama dalam perencanaan, antara lain:

1. Pembangunan/penataan 3 unit bangunan belik.
2. Pembangunan toilet sisi utara sebanyak 2 bilik.
3. Pembangunan 4 unit gazebo di area atas.
4. Perkerasan halaman menggunakan paving block.
5. Penghijauan area atas.
6. Pembangunan gapura Mataram di pintu masuk sisi kiri dan kanan.
7. Pergola dan penataan vegetasi.
8. Penataan planter pot.
9. Pendopo di sisi seberang.
10. Penataan talud atas makam, talud jalan, serta penerangan makam.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━
IV. UKURAN DAN KONSEP BANGUNAN
━━━━━━━━━━━━━━━━━━

* Bangunan Belik: ± 3,6 m × 4,6 m.
* Toilet: ± 2,5 m × 5 m.
* Gazebo: ± 2,2 m.
* Gapura: ± 2,75 m.
* Pergola: ± 2,3 m.
* Planter pot: ± 1,5 m × 1,5 m.
* Pendopo: ± 5 m × 10,5 m.
* Talud: tinggi ± 5 m, panjang ± 32 m.
* Talud jalan: tinggi ± 4 m, panjang ± 78 m.

* Gazebo direncanakan berada di wilayah bagian atas kawasan.

* Posisi toilet direncanakan naik sekitar 3 truk dari dasar tanah untuk menyesuaikan kondisi kontur kawasan.

* Struktur dinding belik saat ini memiliki posisi menggantung. Pada bagian pojok akan diberikan penyangga, sedangkan bagian tengah menggunakan pasangan bata.

* Lantai menggunakan cor dengan tetap memperhatikan agar tidak mengubah struktur bagian bawah yang sudah ada.

* Toilet dan tangga menggunakan konsep pondasi dangkal dengan tetap memperhatikan kekuatan dan keamanan konstruksi.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━
V. PENATAAN LINGKUNGAN DAN VEGETASI
━━━━━━━━━━━━━━━━━━

* Diharapkan terdapat penambahan tanaman yang dapat membantu menahan dan menyimpan air, salah satunya pohon gayam.

* Pohon bambu tetap dipertahankan karena memiliki fungsi dalam menyimpan air, namun jumlah dan pertumbuhannya perlu dikendalikan agar tidak mengganggu kondisi eksisting.

* Penanaman bambu akan diimbangi dengan jenis tanaman lainnya agar kawasan tetap asri dan tertata.

* Akan ditambahkan railing pada tangga sebagai pegangan untuk meningkatkan keamanan saat naik dan turun.

* Warna bangunan tetap menggunakan warna putih, menyesuaikan karakter tembok Kraton, baik Kraton Yogyakarta maupun Surakarta, terlebih kawasan tersebut berada di tanah enclave.

* Sistem aliran limbah/IPAL akan sekaligus ditata dalam perencanaan.

* Gazebo akan dilengkapi pintu untuk mencegah penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

* Kolam/belik tidak ditutup, tetapi akan ditata dan diperbaiki agar terlihat lebih rapi dan menarik.

* Lantai direncanakan menggunakan batu candi yang disesuaikan dengan tema kawasan sehingga memberikan kesan lebih estetik dan selaras dengan karakter kawasan.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━
VI. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
━━━━━━━━━━━━━━━━━━

* Dalam penataan kawasan juga akan diupayakan adanya ruang (space) untuk kegiatan berjualan masyarakat.

* Ruang tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan saat terdapat kegiatan/event sehingga mampu menggerakkan UMKM masyarakat sekitar.

* Dengan demikian, penataan Belik Citran tidak hanya memperbaiki kondisi fisik kawasan, tetapi juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━
VII. IDENTITAS KAWASAN
━━━━━━━━━━━━━━━━━━

* Akan dibuat papan nama sebagai identitas kawasan setelah terdapat kesepakatan mengenai nama kawasan yang akan digunakan.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━
VIII. KESIMPULAN
━━━━━━━━━━━━━━━━━━

1. Kawasan Belik Citran perlu ditata secara menyeluruh agar tidak lagi menjadi kawasan kumuh.
2. Penyusunan Master Plan dan DED menjadi dasar penting dalam pengembangan kawasan sekaligus untuk mendukung pengajuan pendanaan.
3. Penataan akan memperhatikan aspek sejarah, budaya, lingkungan, keamanan, estetika, wisata, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
4. Diperlukan koordinasi dengan BBWS untuk pekerjaan yang berada di bantaran sungai.
5. Kawasan Belik Citran diharapkan dapat berkembang menjadi kawasan yang tertata, asri, memiliki nilai sejarah dan wisata, serta mampu menggerakkan UMKM masyarakat.
6. Hasil paparan dan masukan pada kegiatan ini akan menjadi bahan penyempurnaan dalam penyusunan DED Belik Citran.

Demikian notulen Paparan Awal DED Belik Citran ini dibuat sebagai bahan dokumentasi dan tindak lanjut kegiatan.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
Isikan kode Captcha di atas
 
Kebijakan Privasi

Website desa ini berbasis Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) Berdaya yang diprakarsai dan dikembangkan oleh Combine Resource Institution sejak 2009 dengan merujuk pada Lisensi SID Berdaya. Isi website ini berada di bawah ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) License